
KUALA LUMPUR – Tim peneliti dari Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC) kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan akademis global melalui riset berstandar internasional. Berlangsung pada 21–25 Juli 2026, riset lapangan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas negara antara UIN Cirebon dan College of Law, Government and International Studies (COLGIS) Universitas Utara Malaysia (UUM).
Kegiatan ilmiah ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) yang telah terjalin antara UIN SSC dan UUM. Didanai penuh oleh skema DIPA UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon Tahun Anggaran 2026, riset ini berfokus pada penguatan tata kelola keuangan publik Islam untuk keberlanjutan global.
Mengukur Peran Lembaga Keuangan Publik Islam dalam SDGs

Penelitian ini mengangkat isu strategis mengenai perbandingan peran lembaga keuangan publik Islam dalam mengakselerasi pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia dan Malaysia. Dalam agenda ini, tim peneliti berkesempatan menggali data empiris dan praktik terbaik (best practices) dari tiga lembaga pengelola zakat terkemuka di Malaysia, yaitu:
-
Lembaga Zakat Selangor (LZS) – Mengkaji inovasi penyaluran zakat produktif dan efektivitas pemberdayaan ekonomi mustahik.
-
Pusat Pemungutan Zakat (PPZ) Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur – Menganalisis strategi digitalisasi pengumpulan zakat serta tata kelola transparansi keuangan.
-
Lembaga Zakat Negeri Kedah (LZNK) – Mempelajari program ketahanan pangan dan intervensi sosial berbasis komunitas yang relevan dengan poin-poin SDGs.
Riset ini mengevaluasi sejauh mana instrumen keuangan sosial Islam, khususnya zakat, mampu berkontribusi secara konkret terhadap pengentasan kemiskinan (SDG 1: No Poverty), pengurangan ketimpangan (SDG 10: Reduced Inequalities), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17: Partnerships for the Goals).
Kolaborasi Strategis UIN SSC dan UUM Malaysia

Tim peneliti UIN Cirebon yang dipimpin oleh peneliti utama Prof. Dr. Wartoyo, MSI bersama Dr. Layaman, M.Si., bekerjasama erat dengan akademisi senior dari COLGIS UUM, Dr. Hafiz bin Badarulzaman. Kolaborasi ini tidak hanya mencakup pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam dengan pihak pengelola lembaga zakat di Malaysia, tetapi juga analisis komparatif terhadap regulasi dan kebijakan instrumen zakat di Indonesia.
"Penelitian ini menjadi pijakan penting untuk menyusun kerangka kerja (framework) pendayagunaan zakat yang lebih responsif terhadap agenda pembangunan berkelanjutan global, sekaligus memperkuat jejaring riset internasional antara Indonesia dan Malaysia," ujar tim peneliti di sela-sela kegiatan.
Harapan dan Output Penelitian

Melalui dukungan DIPA UIN SSC 2026, hasil riset internasional ini ditargetkan dapat dipublikasikan pada jurnal bereputasi internasional serta menjadi masukan kebijakan (policy brief) bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) lembaga keuangan Islam di kedua negara.
Langkah ini membuktikan bahwa UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon terus bergerak aktif mengukuhkan posisinya sebagai cyber Islamic university yang unggul, kontributif, dan berdaya saing di tingkat internasional.